Jeritan Subussalam – Pemerintah mengerahkan Tenaga Cadangan Kesehatan sebanyak 396 orang ke berbagai lokasi bencana untuk memperkuat layanan medis darurat. Langkah ini bertujuan memastikan korban bencana mendapatkan pelayanan kesehatan cepat, tepat, dan berkelanjutan sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan awal.

Kementerian Kesehatan memimpin langsung koordinasi pengiriman tenaga medis tersebut. Pemerintah menugaskan dokter, perawat, tenaga kesehatan lingkungan, serta petugas kesehatan masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan. Tim ini langsung bergabung dengan fasilitas kesehatan setempat dan posko bencana guna mempercepat penanganan korban.
Baca Juga : BWS percepat pemulihan daerah irigasi Jambo Aye-Langkahan
Dalam pelaksanaan tugas, Tenaga Cadangan Kesehatan fokus pada layanan medis dasar, penanganan luka, pencegahan penyakit menular, serta pemantauan kondisi kesehatan pengungsi. Tim juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat terdampak agar risiko wabah pascabencana dapat ditekan sejak dini.
Pemerintah menyiapkan dukungan logistik kesehatan untuk menunjang kinerja tenaga medis di lapangan. Obat-obatan, alat kesehatan, dan kebutuhan sanitasi menjadi prioritas utama dalam distribusi bantuan. Pemerintah ingin memastikan seluruh tenaga kesehatan dapat bekerja optimal tanpa terkendala sarana pendukung.
Selain pelayanan medis, tenaga cadangan juga berperan dalam pendataan kondisi kesehatan warga terdampak. Data tersebut membantu pemerintah merancang langkah lanjutan dalam proses pemulihan. Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap dapat memberikan layanan kesehatan yang terarah dan sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Pemerintah daerah menyambut baik kehadiran Tenaga Cadangan Kesehatan di wilayah terdampak. Kehadiran tenaga tambahan ini meringankan beban fasilitas kesehatan setempat yang sering kali menghadapi keterbatasan personel saat bencana terjadi. Sinergi antara pusat dan daerah mempercepat respons kesehatan di lapangan.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat saat bencana melanda. Dengan mengerahkan tenaga kesehatan cadangan, pemerintah ingin memastikan keselamatan dan kesehatan warga tetap menjadi prioritas utama. Langkah ini sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi situasi darurat dan krisis kemanusiaan.





